Kewajiban Setiap Mukmin untuk Masuk ke dalam Syari’at Islam secara Keseluruhan

Agustus 3, 2010 at 4:32 pm (Al-Qur'an)

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam secara sempurna, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan syaiton, sesungguhnya syaiton itu musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Baqoroh : 208)[1]

Ayat yang mulia ini mengandung faidah yang sangat agung sekali. Syaikh As-Sa’di menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwasanya perintah yang Allah berikan ini ditujukan untuk orang-orang yang beriman agar masuk ke dalam agama Islam secara sempurna atau keseluruhan. Bukanlah ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir agar masuk ke dalam agama Islam, namun memerintahkan kepada orang-orang yang telah memiliki iman -yaitu seorang muslim- agar masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhan dengan menjalankan syari’at-syari’at yang ada dalam Islam. Islam telah mengajarkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba agar dapat selamat bahagia menempuh kehidupan di dunia dan akhirat. Rosul telah mengajarkan kepada kita perkara-perkara yang remeh, yaitu tata cara membuang hajat, maka tentu perkara yang jauh lebih penting dari itu pasti telah diajarkan secara sempurna.

Allah subhanahu wata’ala berfirman

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.[2]

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada orang-orang muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menjalankan seluruh syari’at yang telah Islam ajarkan. Tidak memilih syari’at yang sesuai dengan hawa nafsunya dan menolak sebagian syari’at karena tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya : “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat[3]

Maka kaum muslim tidak berhajat dengan seluruh peraturan yang dibuat oleh makhluk sementara syari’at Islam telah menjelaskannya. Baik dalam masalah aqidah, fiqh, muamalah, dan lain-lain. Karena peraturan yang dibuat makhluk tersebut yang bertentangan dengan syari’at Allah, pada hakikatnya merupakan perkara kejahiliyahan yang diajarkan oleh syaiton. Maka lanjutan ayat tersebut, Allah mengingatkan kepada kita untuk tidak mengikuti jalan-jalan syaiton

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya : “Dan jangan kalian ikuti jalan-jalan syaiton, sesungguhnya syaiton merupakan musuh yang nyata bagi kalian”

Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam telah membatalkan seluruh perkara jahiliyah dengan diutusnya beliau yang membawa syari’at Islam yang sempurna. Rosulullah bersabda:

أَلاَ كُلُّ شَىْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَىَّ مَوْضُوعٌ

Artinya : “Ketahuilah segala urusan dari perkara jahiliyah dibawah kedua telapak kakiku dibatalkan”[4]

Mengetahui syari’at Islam hanya dengan menuntut ilmu

Pembaca yang semoga senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah subhanahu wata’ala,

Agar kita dapat masuk ke dalam Islam dengan sempurna, yaitu mengikuti syari’at islam secara keseluruhan, maka kita harus mengetahui manakah yang termasuk syari’at Allah dan mana yang termasuk perkara jahiliyah, mana yang termasuk ajaran Nabi dan mana yang merupakan ajaran syaiton. Dan satu-satunya jalan untuk dapat mengetahui hal tersebut adalah dengan jalan menuntut ilmu. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya : “Menuntut ilmu kewajiban atas seluruh muslim[5]

Maka kewajiban menuntut ilmu dibebankan kepada setiap kaum muslimin. Namun yang harus diperhatikan adalah ilmu yang dipelajari harus berasal dari sumber yang benar dan pemahaman yang benar. Sumber yang benar adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah shahihah, karena keduanya merupakan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan keduanya tidak mungkin saling bertentangan. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تَركْتُ فيكُمْ أَمْرَيْنِ لنْ تَضِلُّوا ما تَمسَّكْتُمْ بهما : كتابَ الله ، وسنّة رسولِهِ

Artinya : “Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara yang tidak akan tersesat jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, (yaitu) kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah rosul-Nya[6]

Sedangkan pemahaman yang benar adalah pemahaman yang dimiliki oleh generasi terbaik umat ini, yaitu tiga generasi pertama umat Islam; Sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.

Rosulullah bersabda tentang mereka :

خَيْرُ أُمَّتِى قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Artinya : “Sebaik-baik umatku adalah pada masaku, kemudian setelahnya kemudian setelahnya[7]

Dan juga Rosulullah memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan Sunnah Rosul dan Sunnah Khulafaurrosyidin. Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عن أبي نَجِيحٍ العِرباض بنِ سارِية – رضي الله عنه – قال: وَعَظَنَا رسول الله – صلى الله عليه وسلم – موعظةً، وَجِلَت منها القلوبُ، وذَرفَت منها العيونُ، فقلنا: يا رسول الله؛ كَأنّها مَوعظةُ مُوَدَّعٍ، فَأوصِنا، قال: «أُوصيكُمْ بِتَقْوَى الله عَزَّ وجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطاَّعَةِ، وَإِنْ تَأَمَّر عَليَْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِيشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اختِلافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وسُنَّةِ الْخُلفَاء الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينْ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ»

Artinya : “Dari Abi Najih Al ‘Irbaat bin Saariyah rodhiyallahu ‘anhu ia berkata Rosulullah pernah memberikan kami suatu nasihat yang membuat hati kami bergetar dan membuat air mata kami mengalir, maka kami katakan ‘Wahai rosulullah, nasihat ini seperti nasihat seorang yang akan berpisah, maka nasihatilah kami’ Rosulullah bersabda ‘Aku nasihatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah ‘azza wajalla, mendengar dan patuh, walaupun yang memerintahkan kalian adalah seorang budak. Maka sesungguhnya barang siapa diantara kalian hidup lama, maka kalian akan melihat perselisihan yang banyak. Maka kalian wajib memegang sunnahku dan sunnah khulafaurrosyidin yang mendapat petunjuk, Gigitlah keduanya dengan gigi graham. Dan jauhilah oleh kalian perkara bid’ah (perkara yang baru dalam agama), karena sesungguhnya segala perkara bid’ah adalah kesesatan.[8]

Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kita taufiq agar dapat memahami ilmu dan mengamalkannya. Wallahu a’lam

Diselesaikan di Bogor, 3 Agustus 2010


[1] Faidah ini penulis dapatkan dari khutbah jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim ketika berkhutbah di masjid Imam Ahmad bin Hambal, Bogor tanggal 30 Juli 2010.

[2] QS. Al-Maaidah : 3

[3] Al-Baqoroh  : 85

[4] HR. Muslim

[5] HR. Ibnu Majah dengan sanad shahih

[6] Diriwayatkan oleh imam Malik dalam Al-Muwatho’, dihasankan oleh Imam Albani dalam Masykatul Masobih

[7] HR Bukhari

[8] HR. Abu Daud dan Tirmidzi, berkata tirmidzi ‘hadits hasan shahih’

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.