Hukum memisah 2 sholat dalam jamak dengan waktu tertentu

Juli 27, 2015 at 3:56 pm (Fatwa)

jamak sholat
السؤال
شيخي الفاضل: هل يجوز إذا نوى المسافر جمع صلاتي الظهر والعصر مثلا والفصل بينهما بنصف ساعة، أو ساعة مثلا؟ وما الحكم لو صلى الظهر وكان يريد الجمع فنسي ولم يتذكر إلا بعد مرور ساعة وربما أكثر؟. وجزاكم الله خيرا.

Pertanyaan :
Guruku Al Fadhil, apakah boleh jika seorang musafir yang ingin menjamak 2 sholat, misalnya sholat Dzuhur dan Ashar, namun diantara 2 sholat tersebut terpisah oleh waktu tertentu? Dan apakah hukumnya seandainya seseorang sholat dzuhur kemudian hendak menjamak, namun ia lupa dan tidak ingat kecuali setelah berlalu waktu sesaat atau terkadang waktu yang lebih lama? Semoga Allah membalas bagi kalian dengan kebaikan
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Syarat Diterimanya Ibadah

Januari 28, 2013 at 10:12 am (Tak Berkategori)

yes no

Pembaca yang dirahmati Allah, sebagaimana yang kita ketahui bahwa tujuan diciptakan Jin dan Manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, dan mentauhidkan Nya. Namun perlu diketahui agar ibadah kita diterima, maka harus terpenuhi syarat-syaratnya. Jangan sampai seseorang telah melakukan ibadah dengan harta dan tenaga yang besar, namun ternyata hal tersebut sia-sia karena tidak diterima disisi Allah ta’ala, bahkan malah menjerumuskannya kedalam neraka. Pada kesempatan yang ini, kami akan jelaskan sedikit mengenai syarat diterimanya ibadah.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ittiba’ Bukan Merupakan Pilihan, Tapi Keharusan

Agustus 5, 2011 at 9:20 am (Kaidah)

Hampir setiap barang elektronik memiliki petunjuk pemakaian yang jelas. Sehingga pemakai dapat meminimalisir kesalahan penggunaan alat elektronik tersebut. Begitu pula ajaran Islam ini, maka sesungguhnya Allah telah sempurnakan agama ini dengan petunjuk yang jelas berupa Al-Qur’an dan As Sunnah. Allah ta’ala berfirman :

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.1

 Yang disebut sempurna adalah tidak membutuhkan tambahan dan tidak pula pengurangan. Dan yang menyatakan kesempurnaan islam adalah Allah, Zat yang menciptakan langit dan bumi, maka apakah kita ragu dengan kesempurnaan islam ?!

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Beribadah Kepada Selain Allah Dengan Niat Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah

Desember 13, 2010 at 11:11 am (Tauhid)

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah subhanahhu wa ta’ala, tiada ilah yang barhak diibadahi selain Dia. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosul Muhammad sholallahu’alaihi wa sallam.

Pembaca yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah, kita telah mengetahui bahwa tujuan penciptaan Jin dan Manusia tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepada Allah subhanahhu wa ta’ala, sebagaimana firman Allah 1

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Namun sebagian orang berkeyakinan, karena dirinya yang penuh dengan dosa, ia tidak layak untuk langsung beribadah kepada Allah, tidak pantas untuk langsung berdoa kepadaNya, memohon ampun kepadaNya, dan ibadah-ibadah lainnya. Sehingga ia harus melalui perantara berupa nabi, wali, dan orang sholeh lainnya. Karena kedudukan mereka yang dekat di sisi Allah subhanahuwata’ala. Sebagaimana seseorang rakyat jelata yang hendak bertemu dengan Raja untuk meminta suatu kebutuhan, maka tidaklah mungkin rakyat tersebut minta langsung ke Raja. Dia harus meminta bantuan kepada orang yang dekat dengan Raja agar permintaannya dikabulkan. Dan keyakinan seperti ini-lah yang sampai saat ini masih dijumpai pada sebagian masyarakat muslim disekitar kita. Apakah benar keyakinan tersebut? Pada tulisan ini –insya Allah- akan dibahas bagaimana sebenarnya Islam melihat permasalahan tersebut.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kewajiban Setiap Mukmin untuk Masuk ke dalam Syari’at Islam secara Keseluruhan

Agustus 3, 2010 at 4:32 pm (Al-Qur'an)

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam secara sempurna, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan syaiton, sesungguhnya syaiton itu musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Baqoroh : 208)[1]

Ayat yang mulia ini mengandung faidah yang sangat agung sekali. Syaikh As-Sa’di menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwasanya perintah yang Allah berikan ini ditujukan untuk orang-orang yang beriman agar masuk ke dalam agama Islam secara sempurna atau keseluruhan. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »